Pei Fang tak bisa berkata apa apa ketika A Mei memegangi gelas berisi air yang telah dicampuri racun olehnya. Mulutnya seakan tersumbat sesuatu, sulit baginya untuk mencegah agar gadis pelayan itu tidak meminumnya. A Mei sudah menggerakkan gelas itu menuju mulutnya. ‘Ini adalah takdir yang kamu pilih. Jangan salahkan aku ....’ Desis Pei Fang yang tak mau disalahkan atas insiden yang tak ia sangka akan terjadi ini. Siapa yang mengira bahwa apa yang dipersiapkan untuk Ye Lily malah berakhir untuk A Mei. Pintu diketuk dari luar, sontak mengacaukan perhatian A Mei yang nyaris meminum apa yang ada di tangannya. “Eh? Siapa lagi yang datang?” Ujar A Mei seraya meletakkan lagi minuman itu di tempat semula ia mengambilnya. “Pei Fang kenapa kamu malah melamun, bukakan pintu itu!” Pinta A Mei yang be

