“Kak A Mei, biar aku yang mencucinya saja. Ini sebenarnya pekerjaanku, aku sungguh tidak betah hanya berdiam diri menjadi penontonmu.” Ujar Pei Fang yang sungguh tak enak hati hanya berpangku tangan melihat A Mei tertatih membawa keranjang pakaian kotor Ye Lily untuk dicuci. “Sudahlah Pei Fang, masih banyak pekerjaan lain jika kamu memang mau membantu. Tidak perlu menyerobot pekerjaan orang lain.” Ujar A Mei yang masih bersikukuh mempertahankan pekerjaannya. Ia pun tak lagi ambil peduli kemudian meninggalkan gadis pelayan itu terbengong sendiri. Sesekali A Mei menggelengkan kepalanya, merasa kesabarannya kian tipis menghadapi Pei Fang. ketidak cocokan sifat yang semakin kentara, lama kelamaan bersama pun hanya membuat ia merasa tertekan batin. Begitu ia meraih pintu, tiba tiba ia terk

