Pagi hari di kota Garut, di tengah sibuknya keluarga Bagus Abdullah mempersiapkan segala sesuatu untuk perhelatan penting yang sudah dinantikan dari beberapa tahun silam, yakni pernikahan satu-satunya anak lelaki mereka, Fawwaz Abdullah. Datang beberapa orang pria berbadan tegap, dua di antara mereka berseragam kepolisian, dua di antaranya hanya memakai kaus berkerah dan celana denim, yang menarik perhatian mereka membawa s*****a api. Pak Agus yang sedang menikmati legitnya brodol, brownis dengan potongan dodol Garut di dalamnya menghentikan sejenak aktivitas sarapannya guna menyambut kedatangan tamu tidak diundang itu. "Selamat Pagi, Pak Haji, apa kabar gerangan?" Salah satu pria berseragam polisi terlihat akrab dengan pak Agus. Mereka pernah beberapa kali bertemu terkait kasus pencemar

