“Za, duduk dulu, Abah mau bicara” ucap Imron, Eliza pun melihat kearah ibunya dan Sitihawa mengangguk, Eliza meletakkan peralatan masaknya dan duduk di meja makan bersama sang ayah. “Kamu tahu pemuda yang tadi malam datang ke rumah?” ucap Imron. “Eliza tidak mengenalnya Bah, hanya saja waktu itu Eliza pernah ketemu saat di café dia mulangin buku Eliza yang tertinggal, dan Eliza baru ingat tadi pagi kalo pernah ketemu sama dia, memangnya kenapa Bah?” tanya Eliza, dia memang baru saja ingat dengan pria yang pernah memberikan buku miliknya beberapa bulan yang lalu. “Dia anaknya pak kyai Abdullah” ucap Imron. “Lalu?” tanya Eliza.. “Waktu Abah pergi ke pesantren mereka tahun lalu, Abah sempat bertemu dengannya, dan Abah menawarkan dia untuk mengkhitbah kamu” ucap Imron, Eliz

