“Selamat pagi, Ririn” Ririn terdiam sejenak menyadari siapa yang menyapanya semanis itu, jantungnya pun berdetak seperti biasanya ketika melihat pria yang sudah meluluhkan hatinya yang selama ini membeku. “Selamat pagi pak Ali” ucap Ririn tersenyum. “Tolong ya antarkan laporan minggu ini ke ruangan saya, dan sekalian ya rekap bulan kemarin juga tolong antarkan” ucap Ali seorang manager sekaligus atasan di tempat Ririn bekerja. “Ririn, kamu dengar saya kan?” tanya Ali melihat Ririn hanya diam mematung menatapnya. “Ehhh iya sorry pak, baik sebentar lagi saya antarkan ke ruangan bapak” ucap Ririn gugup, ia pun salah tingkah dibuat pria yang selama ini ia idam-idamkan tersebut. “Baiklah, saya tunggu” ucap Ali tersenyum dan meninggalkan wanita itu, ia pun geleng-geleng melih

