"Hari ini nggak usah masak apa pun, ya ...." Raiza memeluk tubuh istrinya yang sedang mengikat rambut. Sepertinya pria itu memang sengaja menculiknya untuk dibawa ke puncak, Terbukti dengan sudah tersedianya pakaian ganti di lemari kamar itu. "Lalu kita mau makan apa? Abis bergulat denganmu aku jadi lapar." "Kita cari makan di luar. Sambil jalan-jalan menikmati alam pegunungan." "Boleh." Crisy meletakkan sisir setelah merapikan helaian rambut yang tak terjangkau karet ikat rambut, lalu meletakkan tangan di atas tangan Raiza yang bertumpu di perutnya. Mengusap tangan itu dengan lembut. Ia menautkan jemarinya di sana, mengangkatnya dan mencium punggung tangan sang suami. "Terima kasih. Entah bagaimana caraku berterima kasih dengan hadirmu di sisiku, Za. Bersamamu, semua terasa begitu inda

