Part 38

1622 Words

"Sudah kau masuk sana." Raiza mengusap rambut Crisy dengan sangat lembut. Senyum manisnya mengembang menggetarkan hati. "Jadi benar kembali malam ini?" tanya Crisy. Raiza pun mengangguk. "Besok ada meeting. Jadi harus balik." "Ongkos kencan kita mahal, ya," goda Crisy membuat Raiza terkekeh. "Tak masalah asal kau jadi istriku." Kali ini Crisy yang tertawa. "Sabar dulu, Bos, masih percobaan jangan terlalu ngarep." Crisy bersiap membuka pintu mobil saat Raiza mencegah gerakan tangannya. Gadis itu pun menoleh. "Jangan jatuh cinta padanya lagi, Cris. Aku mengharapkanmu. Tapi ...." Crisy menunggu lanjutan kata-kata Raiza. "Tapi, aku tak bisa berebut dengan sahabatku. Lepaskan salah satunya. Aku atau Devan. Bisa kau pikirkan dengan kepala dingin. Ikuti kata hati, baik aku ataupun Devan pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD