Part 70

1543 Words

"Oh, Raiza, kau tidur di mana?" Crisy menatap Raiza yang menuruni tangga dengan rambut acak-acakan dan pakaian yang berantakan. Tampangnya kacau sekali. Wanita itu meletakkan pisau dapur dan membebaskan bawang dari cengkramannya saat Raiza hanya tersenyum samar. Crisy mencuci tangan. Lalu menyusul langkah prianya menuju pintu kamar. "Za," lirihnya lembut menyentuh lengan pria itu. "Kau mabuk?" Raiza menunduk. Ada kecanggungan tersendiri saat kini ia harus berhadapan dengan wanita itu. Sempat ia berpikir kalau sekarang Crisy pasti membencinya. Namun, rupanya tebakannya salah. Crisy tetap hadir bak seorang dewi dengan jiwanya yang pemaaf. "Akan kusiapkan air untuk mandi dan obat pengar untukmu. Setelah itu baru kita sarapan. Aku akan menunggumu sambil memasak nasi goreng. Atau kau ingi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD