Part 68

1591 Words

Mobil merah metalik itu melaju dengan kecepatan sedang. Meski jalanan cukup lengang, tetapi tampaknya samg supir enggan memacu laju mobilnya dan lebih memilih berderap pelan menikmati suasana. Dua insan di dalam sana pun sepertinya menginginkan hal yang sama. Sambil berceloteh sesekali mereka saling melirik dengan jemari saling bertautan. "Padahal awalnya kupikir kau cuma bisa menghina orang, tapi rupanya kau memiliki hobi memasak yang keren, dan bisa kau jadikan pegangan hidup." Masih terdengar suara Crisy yang terus mencoba menggoda kekasihnya. "Kebiasaanmu selalu saja memuji dengan tak ikhlas," protes Raiza saat mereka membahas Fried Chiken Raztra, rumah makan yang dibangunnya. Crisy terkekeh. "Tapi itu kenyataan, Za. Aku masih ingat bagaimana sarkasnya kau padaku saat kuajukan ECV

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD