Part 51

1584 Words

Langkahnya terseok tanpa tenaga. Tubuh gemetar dengan wajah frustasi dan mata sembab karena terlalu banyak menangis. Ia melangkah dengan tongkat penyangga di kaki kanan. Devandra memasuki lorong koridor menuju kamar mayat. Raiza yang katanya akan memastikan kebenaran jenazah itu memutuskan untuk berbalik arah dan pergi. Ia tak sanggup melakukannya hatinya terlalu rapuh. Kini pemuda itu terjebak dengan minuman beralkohol di club malam. Penggerebekan polisi memang berhasil membebaskan beberapa sandra, tapi tidak dengan Crisysian. Gadis itu lenyap. Dengan tak melihat jenazah yang ditemukan maka Raiza ingin memastikan dalam dirinya kalau Crisy masih hidup. "Di sini jenazahnya, Pak." Seorang petugas menyambut kedatangan Devan dengan ramah. Menunjukkan jalan ke mana ia harus melangkah dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD