Sia sedang mengerjakan laporan tentang klinik miliknya. Wanita itu duduk di ruang tamu sendiri, saat ini jam menunjukkan pukul dua belas malam, Sia belum mengantuk sama sekali karena laporan itu untuk pembayaran pajak besok. Kedua anaknya sudah terlelap di alam mimpi masing-masing, sedangkan Elvano masih di luar kota untuk urusan bisnisnya. Namun, saat Sia sedang fokus dengan laptopnya, seseorang membuka pintu apartemen itu. Sontak hal itu membuat Sia sedikit terkejut, karena waktu sudah menunjukkan tengah malam, tetapi tiba-tiba saja pintu itu terbuka. "Kau belum tidur?" Suara Elvano membuat Sia menyingkirkan tangan yang menutupi wajahnya. "El, kau membuatku terkejut!" ujar Wanita itu. "Apa kau ketakutan?" tanya Elvano. "Tidak, aku hanya terkejut saja." "Kenapa kau belum tidur?" tany

