283

1160 Words

"Selamat pagi ...," senyum Radit terus mengembang di bibirnya tanpa lelah. Semenjak ia tahu, Lia mengandung tiga benih perkasa, perasaan Radit kepada Lia semakin bucin dan sellau terlihat uwu di depan umum. Banyak orang merasa iri denagn keberuntungan Lia yang tak bisa di tandingi oleg gadis lain di sekolahnya. "Pagi Pak Radit. Habis ganti pasta gigi yaa?" goda salah satu siswa yang cukup berani berkata asal. "Iya. Mau coba pasta gigi baru saya?" jawab Radit malah menjawab godaan itu. "Gak ah Pak. Saya butuhnya makan," jawab siswa itu tertawa. "Ohhh ... Ayo ke kantin. Hari ini kalian bebas makan apa saja. Habiskan semua yang ada di kantin biar saya yang bayar. Bialng sam yang lainnya, semau makanan di kantin gratis hari ini," ucap Radit penuh pesona. "Wahhh ... Beneran Pak? Yakin ini?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD