Hari ini sungguh melelahkan sekali bagi Zanna. Zanna yang bersikeras untuk membantu Papah tirinya di kafe untuk mulai meraskan betapa sulitnya mencari uang. Zanna semakin yakin setelah ia melahirkan ia akan meneruskan sekolah di bidang tata boga. Setidaknya kafe milik Papah tirinya ini tetap berjalan dengan baik. Zanna masih duduk di ruang tengah sambil menyalakan televisi, tapi kedua matanya fokus dengan ponselnya dan terus menscroll salah satu aplikasi pink itu menatap wajah Lio yang tampan. "Andaikan aku tidak seperti ini. Aku sudah pasti mau menerima cinta kamu, Lio. Tapi, aku sudah rusak dan bahkan aku tidak pantas lagi di sebut wanita baik. Semua jauh dari diri aku," ucap Zanna lirih menatap wajah Lio yang terlihat ceria dari smeua foto -foto yang di upload ke apliaksi tersebut. "

