290

1068 Words

Lia berjalan lebih dulu di bandingkan Radit. Lia jadi malas dengan Radit, suaminya yang malah membela Lio dan tidak membela dirinya. "Lia ... Lia sayang," panggil Radit berusaha merayu Lia yang sedang merajuk. "Apaan sih? Udah sana sama Kak Lio aja, kalian satu frekuensi memang. Heran deh, disini yang berkorban dan berjuang, disana yang disayang -sayang. Bikin emosi aja," ucap Lia ketus. "Ekhemmm ... Bumilnya mulai labil, cerewet dan bikin gemes. Kalau di rumah udh, Kakak tindih dan gak di lepas dua puluh empat jam," ucap Radit terkekeh mencoba membuat Lia tertawa atau tersenyum. Namun usahanya gagal, Lia benar -benar kesal. Lia terus berjalan menuju ruangan dimana Rachel berada dan menatap Rachel yang sedang tertidur lemas. Selang untuk mengambil dari dari tangannyua sudah di lepas da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD