BAB. 20

2545 Words

Selesai berkeliling di dufan kita berempat memilih istirahat untuk makan siang bersama. "Tadi itu seru bangettttt, yaaaaa. Abis ini kita mau maen ke mana lagi, nih, aku belum puas tau maennya. Kurang." Duh sikap kekanak-kanakannya Tya mulai muncul lagi. Krisna terlihat menghela napas. "Besok-besok lagi, ya, kasian yang laennya pada capek." "Yahhh, masa capek." "Ya, nih, badan gue juga kayaknya udah pada rontok." Sahut Roy sambil memijat tangan dan bahunya. Tya mengerucutkan bibirnya, pura-pura sok sebel gitu. Ih, apa banget deh. "Huu, minta pijitin sana sama, sih, onoh. Kodein biar dianya peka." Kata Tya sambil ketawa melirik gue. Gue cuma masang tampang datar aja. Gue tau Tya lagi seneng mau deketin gue sama Roy. Gue benci situasi ini. Kayaknya gue harus bahas soal ini sama Tya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD