Gue berdiri di depan cafe seorang diri. Menangis tersedu-sedu adalah hal yang sedang gue lakui. Merasa nyeri di d**a adalah luka yang telah Chandra beri. Banyak hal yang ada di pikiran gue yang ingin gue katakan padanya, gue udah gak sanggup menjalani hubungan ini. Hubungan yang selalu menyakiti hati gue tanpa henti. Menundukkan kepala di pinggir jalan tanpa bergerak ke mana-mana mungkin akan membuat sebagian orang yang melihatnya terheran-heran, menganggap gue aneh dan semacamnya. Tapi gue sama sekali gak peduli dengan tatapan atau pun tanggapan mereka. Sebenarnya yang gue pikirkan sekarang ini, apa gunanya gue pacaran dengan Chandra bila dia selalu menyakiti gue? Batin dan fisik gue tertekan di sini. Kenapa gue dengan bodohnya percaya begitu aja padanya di awal pertemuan. Gue memang su

