Sampai di pesta yang begitu megah itu dengan para tamu yang begitu banyak, gue langsung menghampiri Salsa-sahabat gue yang udah lama nggak gue temuin. "Heh, elo? Katrina kan? Ya ampun lo kemane ajaaa? Gila sih kita udah lama banget ya gak kontek-kontekan." "Lonya sih yang sombong gak ngabarin gue, tau-tau sekali ketemu udah nikah aja." Salsa berbisik, "udah rejeki yey." Gue mengernyit, sempat bersitatap sama suaminya. Emang bener katanya suaminya ini guanteng pisan. Profesinya sebagai pilot. Badannya keker, gila gak nyangka aja Salsa dapet suami yang super waw itu. "Eh, nyanyi dong." Dia menoel gue. "Uh, malu gue." "Yaela, lo nyanyi-nya juga barengan sama band yang gue undang kok." "Band? Emang ada band?" "Adalah." Dia celingak-celinguk kayak mau nyari sesuatu. "Tuh, lo ke sana de

