KEHAMILAN RANI

1198 Words

Setiba di apartemen, Firman segera membuka koper dan memasukkan baju-bajunya. “Mau ke mana, Mas?” tanya Rani yang baru keluar dari kamar mandi. Wanita itu menatap Firman dengan tatapan keheranan. “Ada pekerjaan,” jawab Firman singkat. Dalam hati dia mendesah, "Mengapa hidupku penuh dengan kebohongan. Beginikah akibat dari pengkianatan?" “Mendadak sekali....” timpal Rani seraya tak lepas menatap setiap gerakan Firman. Padahal dirinya baru tiba kemarin dari Surabaya, dan besok adalah hari pertamanya kerja. Jakarta adalah kota baru baginya. Meskipun taksi online mudah dipesan. Tapi, tetap saja ditinggal sendiri bukan hal yang diharapkan. “Berapa hari, Mas? Kok bawa baju banyak banget?” tanya Rani penasaran. Biasanya yang Rani lihat sewaktu di Surabaya, Firman hanya membawa beberapa po

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD