22. Harga yang Harus Dibayar

1310 Words

Deni bersiul kecil sambil menyandarkan punggungnya di motor, menunggu Rahmi yang masih berada di dalam salon. Hari ini wanita itu menghabiskan waktu seharian penuh di salon kecantikan. Katanya, untuk merawat diri. Deni tak terlalu paham dengan semua itu. Baginya, selama Rahmi tetap cantik dan menarik, itu sudah cukup. Tapi ketika pintu kaca salon terbuka dan Rahmi keluar dengan penampilan yang lebih segar, rambut yang lebih rapi, serta kuku yang mengilap, Deni tak bisa menahan senyum. "Amih, tambah cantik aja," ujarnya dengan nada menggoda. Rahmi menyeringai, lalu menepuk pelan d**a Deni. "Ya iyalah, kan seharian perawatan. Nggak kayak mantan kamu yang mukanya kusam karena terlalu sibuk di dapur." Deni terkekeh kecil. Rahmi memang berbeda. Ia tahu bagaimana cara merawat diri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD