20. Jauh Dari Kenyataan

1730 Words

Kamis pagi datang lebih cepat dari yang Tari kira. Di kamarnya yang sederhana namun nyaman, ia sedang melipat beberapa pakaian ke dalam tas kecil ketika suara pintu diketuk pelan. "Tari, aku masuk ya!" suara Mila terdengar ceria seperti biasa. Tanpa menunggu jawaban, Mila masuk dengan membawa sebuah tas tangan dan beberapa barang lainnya. Dengan santai, ia meletakkan semuanya di sudut kamar Tari. "Aku titip barang di sini dulu, ya," katanya sambil mengibaskan rambut panjangnya. "Biar nanti sore nggak ribet. Aku tinggal duduk manis di mobil." Tari tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya. "Iya, iya. Serasa mau liburan aja." Mila menjatuhkan diri ke kasur Tari, menatap langit-langit kamar sejenak sebelum menoleh ke arah Tari yang masih sibuk dengan tasnya. "Kamu udah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD