Alex menatap Reina ragu. Namun ada secercah harapan di sana agar dirinya bisa mendapatkan Reina seandainya rencana bayi tabung itu berhasil. "Rumah sakit lain?" Alex mengulang ucapan Reina. "Hmm..." Reina memainkan alisnya naik turun sambil mengulum senyum. "Kau pasti tahu rumah sakit yang bagus di kota ini. Kita coba ke sana aja. Kalau perlu, kita akan datangi semua rumah sakit di kota ini," ucap Reina bersemangat. "Okelah." Tak ingin mengulur waktu lagi, Alex kembali melajukan mobilnya denfan kecepatan normal. Ada beberapa tempat yang terlintas di pikirannya, tapi tak sampai separuhnya saja yang masuk dalam kriteria terbaik dari yang paling baik. Dan ke sanalah mereka akan pergi. Ada dua tempat yang akan mereka tuju untuk saat ini. "Boleh aku tanya sesuatu padamu?" Alex kembali me

