Reina melangkahkan kakinya, berjalan anggun di tengah tatapan para tamu serta bisik-bisik dan ungkapan pujian yang mereka layangkan padanya. Gadis itu berusaha menebar senyuman manis miliknya yang ampuh membuat orang lain terpana ketika melihatnya, saat dirinya lewat di depan mereka. Reina bisa mendengar dengan jelas saat acara kembali dimulai ketika pembawa acara kembali mengoceh panjang lebar, membacakan urutan acara yang akan mereka lalui sebelum acara pertunangan serta santap siang bersama digelar. Ia sempat menoleh sebentar kemudian kembali menapaki anak tangga menuju kamar mereka di lantai dua kediaman mereka. Ia menengadah, menatap anak tangga yang berada di bagian paling atas di depan matanya. Menyusuri satu per satu hingga akhirnya ia tiba di sana. Reina menahan debaran di dadan

