Sesuai yang dijanjikan, Sebastian membimbing Bella menuju ke rumah kaca setelah sarapan. Ratusan bunga dari berbagai warna dan rupa, dengan semua aroma tajam yang manis dan menggoda menyeruak masuk ke dalam hidung Bella. Wanita itu mengusap kelopak bunga mawar merah dengan jarinya yang bersarung sewaktu Benedict berada di sampingnya. Lelaki itu menatap sisi samping wajah Bella yang halus tak tercela. Ia mengatakan oada dirinya sendiri bahwa wajah inilah yang akan menemaninya sepanjang hidup. "Anda menyukai bunga ini Miss White?" tanyanya penasaran. Ingin tahu apa yang wanita itu sukai. Bella menegakkan punggung dan mendekati Viscountess Marseina saat mengamit lengannya. "Bunga ini sangat cocok untuk anda." Bella sengaja mengundang Madam Marseina untuk ikut bersamanya. Ia tak ingin be

