Satu Pion Tumbang

1951 Words

Ketika tirai merah panggung tersingkap, Mawar dan Victor memasuki sebuah lorong gelap. Count Rozar dan Rositta memimpin di depan. Obor-obor api menyala di kedua sisi dinding lorong. Udara di lorong itu entah mengapa lebih dingin, membuat Mawar secara tak sadar mendekatkan diri dengan tubuh Victor.  Mereka berjalan cukup lama hingga akhirnya sampai pada sebuah ruangan lain yang besar dan pengap.  Terdapat lusinan prajurit berjaga di situ. Dan di kedua sisi ruangan terdapat puluhan kandang –ya, kandang –yang terisi oleh anak-anak yang sebelumnya dilelang. Setiap kandang berisi satu anak, terkadang terdapat dua anak dalam satu kandang. Dan ukuran kandang-kandang itu terlampau kecil untuk disebut manusiawi. Count Rozar memasukkan anak-anak ke dalam kandang-kandang hewan.  Mawar meremas leng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD