Kegilaan Daripada Logika

1567 Words

Jantung Mawar seakan berlari bersama dengan kakinya. Sebuah perasaan tidak enak telah meresapi dadanya. Gadis itu hendak menerjang lorong menuju sayap timur ketika Victor menarik lengannya.  "Kembali ke kamarmu dan kunci pintunya," perintah Victor.  "Apa?" "Aku sudah memperketat pengamanan, Mawar. Jadi fakta para pembunuh bayaran ini dapat menembusnya berarti mereka tidak main-main. Ini berbahaya. Kunci kamarmu dan tunggulah di sana." Wajah Victor penuh dengan raut kekhawatiran. "Dan kau pikir aku akan aman berada di kamar yang dikunci?" "Memangnya kau mau apa ketika bertemu dengan para pembunuh itu?" Pria itu meninggikan suaranya, "Apa yang bisa kau lakukan?" Mawar membuka mulutnya. Dan ketika tidak ada kata yang dapat keluar, Victor mulai menarik paksa tubuhnya.  "Vic–" Pria itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD