Mawar sudah lupa kapan terakhir kali ia tertidur sangat pulas. Tanpa mimpi buruk, tanpa terbangun di tengah-tengah malam. Hanya tertidur dan melupakan segala hal. Mungkin benar kata Victor. Rasanya kebas dari segala hal ketika tertidur setelah memaksa tubuh menjadi letih. Atau mungkin yang membuat Mawar dapat tidur nyenyak adalah karena ditemani dua penjaga, Victor dan Paul? Ah, tidak mungkin. "Mawar?" Paul memanggilnya perlahan. Mata gadis itu terbuka melihat sosok bocah yang melihatnya khawatir. Mata Mawar mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya matanya terbiasa dengan sinar dari jendela. Huh? Jendela sudah terbuka? Biasanya Mawar yang membuka gorden jendelanya sendiri karena tidak memperbolehkan Lisa ataupun pelayan lain masuk. Dengan satu tangan di depan mata, Mawar berusa

