Tak diharap lagi

207 Words
Lonceng berbunyi sangat keras, mengiringi langkah Meli memasuki halaman rumah sakit tempatnya bekerja. Tidak ada ketakutan lagi disana. Kejadian demi kejadian yang sudah dilalui Meli selama beberapa hari ini memang sukses menguras pikirannya. Pikirannya kembali mundur beberapa saat setelah seseorang yang mencoba dihindarinya ternyata sudah berdiri didepan matanya. "Mel" suara itu lembut dan tampak setengah berbisik. Namun Meli mencoba menjauh dan segera berpaling namun tangan kekar pria itu harus mencengkeram pergelangan tangan kecilnya hingga ia tidak bisa lagi melawan. "Lepaskan Bhi, please" mohonnya pada pria itu. Tatapan ketakutan itu kembali muncul saat melihat mata elang Abhi dihadapannya. Meli tampak gemetar dan tidak lagi mampu berkata apa-apa. Mulutnya kaku dan matanya tidak bisa berkedip dengan baik, seperti di hipnotis, Meli diam kaku di hadapan Abhi. "Kenapa kamu menghindariku, apa aku melakukan kesalahan atau kau yang melakukan kesalahan?" tanya Abhi langsung pada Meli dan tanpa berkedip, Abhi mengarahkan pandangan matanya pada Meli. Abhi seperti orang yang sedang marah dan kesetanan pada Meli. Cengkeraman yang sebelum nya lembut menjadi semakin keras dan keras, hal itu sangat menyakiti Meli. Namun tidak ada keberanian dalam diri Meli untuk melawan selain menunduk dan kemudian badannya yang lemas membuatnya terjatuh namun dengan sigap Abhi menangkapnya dan membawanya kepelukan. Selanjutnya menggendong Meli untuk mendapatkan perawatan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD