Wanita Berbahaya

1061 Words

"Nanti kalau sudah sampai pasti ku telepon," ucap Verrel sembari mengecup kening istrinya dengan lembut. "Hati-hati." Angela mengantarkan Verrel berangkat kerja hingga sampai di depan pintu utama. Ia lalu melambaikan tangannya ketika mobil Verrel keluar dari pelataran rumah mewahnya. Angela kembali masuk ke dalam rumah. Kali ini ia tidak ingin menghabiskan waktunya di kamar. Ia ingin bercocok tanam dengan bantun asisten rumah tangganya. Angela telah browsing di internet bagaimana menanam bunga-bungaan, yang baik agar tanaman tumbuh subur. Ia sudah menyuruh pelayan untuk membeli semua bahan yang di perlukan.  "Nyonya, mari saya bantu," kata Bik Mirna menawarkan diri. "Iya, tolong ambilkan pupuk dan tanahnya bawa ke sini," kata Angela ramah. "Baik, Nyonya." Angela sudah tidak sabar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD