Verrel menahan sakit perutnya, sementara Angela langsung merengsek turun dari ranjang. Ia tidak sempat membenarkan bajunya yang berantakan tapi langsung lari ke kamar mandi. Nafasnya tersengal-sengal naik turun, detak jantungnya berjalan tidak beraturan. Seolah-olah berlarian kesana kemari mau melompat keluar dari engselnya. Sudah cukup lama Angela bersembunyi di dalam kamar mandi. Ia merasa Verrel tidak mencarinya. Ada semacam perasaan khawatir yang menyelimuti hatinya. Apa ... pukulanku tadi terlalu keras? pikir Angela. Angela membuka pintu kamar mandi, ia sedikit menyembulkan kepalanya mencari keberadaan Verrel. "Hemm, aman," kata Angela. Ia akhirnya berani keluar dari persembunyiannya. Namun tiba-tiba dari balik pintu ada tangan yang menariknya. "Aakh!" serunya kag

