"Hellen, aku haus. Tolong ambilkan aku air dingin," pinta Verrel. "Oh, maaf sayang. Sebentar, aku ambilkan dulu di dapur," kata Hellen. Melihat Hellen menuju ke dapur meninggalkannya, ia buru-buru mengambil kamera lalu menyembunyikannya di tas kerjanya. Terdengar suara langkah kaki mendekat dan semakin mendekat. Hellen datang membawakan segelas minuman air dingin. "Ini minumannya sayang," kata Hellen. "Terima kasih," ucap Verrel sembari meminum air dingin yang di berikan Hellen. "Kalau begitu, kamu istirahatlah Kasihan bayi dalam kandunganmu," ujar Verrel beralasan. "Tapi aku ingin melakukannya sekarang," pinta Hellen. "Maaf, aku lelah. Lagi pula besok persiapan pernikahan kita," lanjut Verrel. "Baiklah, aku sudah tidak sabar menunggu malam pengantin kita," ucap Hellen. ** Beri

