"Sudah selesai membeli cincin lalu kemana lagi?" tanya Verrel. "Ke neraka, mau ikut?" ledek Verrel. Angela melihat tajam ke arah Verrel seraya bersedekap. "Kamu pikir aku senang jalan denganmu hari ini, aku hanya ingin segera selesai. Jadi mohon kerja samanya Tuan Muda Verrel!" kata Angela ketus seraya melangkah cepat masuk ke mobil. BRAKK "Bisa tidak jika kau menutup pintu mobilnya agak pelan. Bisa rusak semua ni mobil,” gerutu Verrel. Angela hanya diam tangannya bersedekap. Biasanya ia tidak pernah bersikap bar -bar pada pria. Tapi khusus ke Verrel ia lebih cepat marah. Mungkin karena situasi dan keadaan yang memaksa membuat ia sebal pada situasi. "Kau lupa memakai seat bealtnya." Verrel membenarkan letak seat beltnya Angela. Wajah mereka tampak dekat, Angela b

