Baru saja kembali duduk di tempat masing-masing selama beberapa menit sehabis istirahat, membuat Aldi masih ingin berada di luar kelas dan mengobrol bersama teman-teman nya. Di hari-hari sebelumnya, pantanglah bagi mereka masuk ke dalam kelas sebelum guru masuk terlebih dahulu. Mereka selalu senang lama-lama mengobrol di kantin, dan mulai sekarang, kebiasaan tidak baik itu terpaksa untuk ditinggalkan. Aldi sangat merasa berat hati ketika seseorang yang berdiri di ambang pintu kelasnya adalah Bu Tri. Wanita paruh baya itu mempunyai aura sendiri sehingga siapapun yang melihatnya pasti sedetik kemudian berusaha untuk mendiamkan diri. Detik demi detik dan menit demi menit yang harus dilalui selama pelajaran Bu Tri terasa dua kali lipat lebih lama dari jam seharusnya. Dan di tengah kepenatan

