Suara tepuk tangan dari keempat laki laki di sekelilingnya membuat Meza merasa bangga sendiri dan tertawa terbahak-bahak. Sudah bertahun-tahun terlewati, tapi rasanya masih sama. Setiap cerita yang diulang kembali membuat mereka semakin rindu dengan masa-masa ketika masih SMA. "Gila Mez, ingatan lo wajib gue acungin jempol deh." ujar Juan yang kemudian mencolek hidung Meza. Meza menggeser tempat duduknya lebih dekat ke Aldi. "Gimana? Masih ngira gue enggak tau terimakasih sama lo, nih?" tanya Meza menaikan turunkan alisnya. Aldi tersenyum. "Ada bagian yang gak lo ceritain, tuh.” Kemudian Aldi membenarkan posisi duduknya. "Bagian dimana gue nyatain perasaan ke lo diem-diem biar si buaya enggak tahu." Jitakan keras dari Karel sukses membuat Aldi menyesal sesaat karena telah berargumen. A

