Terpuruk

1491 Words

Suasana di rumah sakit semakin tegang saat Aqila dilarikan ke ruang operasi. Alvaro sendiri sudah mendudukan diri pada kursi panjang di depan ruang operasi sembari menatap lurus kakinya yang terbungkus sepatu. Sesekali pemuda itu mengusap wajahnya tidak tenang sembari bangkit berdiri dengan menggigit ujung bibirnya. Azura sendiri hanya berdiri disampingnya dengan bergerak tak tenang. Aisyah sudah mengatupkan tangan sembari berdoa untuk kesembuhan sahabatnya itu. Suara langkah kaki membuat ketiganya menoleh kecil. Azzam terlihat berlari kecil masih dengan seragam kerjanya. Kelihatannya pemuda itu baru pulang kerja langsung melesat ke rumah sakit. "Gimana tante, Qila?" Azura menggeleng tidak tahu sembari ingin menangis. Alvaro hanya terdiam dengan menghela nafas kasar. Aisyah sendiri m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD