Deg-degan

1414 Words

Pemuda jangkung dengan hidung bangir itu terlihat melangkah pelan menuju lift sekolah. Ia harus naik ke lantai lima dan malas kalau harus naik tangga pasti akan membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang cukup. Saat pintu lift terbuka ia mengerjap pelan melihat Azura sudah berdiri menunduk seorang diri di sana. Sontak bibir mungilnya ia tarik keatas membentuk sebuah lengkungan. Azura mendongak kecil saat menyadari seseorang tengah masuk di dalam sana, ia lalu tersenyum kikuk dan sedikit menggeser tubuhnya agar memberi jarak. "Mau ke lantai berapa?" Tanya pemuda itu sembari menoleh pada Azura di sebelahnya, gadis itu pun mendongak kecil. "Lantai lima," pemuda itu pun mengangguk lalu menekan angka lima pada tombol lift yang ada disana. Tidak ada lagi obrolan yang keluar dari mulut kedua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD