Jam pelajaran yang disukai seluruh murid adalah jam pelajaran yang kosong. Yaps, tepat pada saat ini. Guru kami sedang ada rapat dengan dewan guru yang lainnya. Suara riuh terdengar dari penjuru kelas. Beberapa murid laki-laki berkumpul di bagian belakang, sedangkan murid perempuan berkumpul di bagian depan.
"Ini bagus gak?" Tanya Ayana sambil menunjukkan ponselnya padaku
"Bagus kok.. " Jawabku
"Ayana sini, lihat deh.. " Panggil Gaeun, ia mengajak Ayana untuk berkumpul dengan yang lainnya
"Ayo Ay kita lihat.. " Tak lupa Ayana mengajakku juga
"Ehh.. Ayla disitu aja, lo aja Ayana yang kesini" Ucap Gaeun
Aku menundukkan kepalaku saat Ayana bangkit dan berkumpul dengan mereka. Rasa sedih hadir dalam hatiku. "Mengapa aku selalu dibedakan? Aku sama seperti kalian, tapi kenapa seolah aku berada di bawah kalian?" Tanyaku dalam hati
"Gak penting ngumpul sama mereka, udah jangan sedih" Ucap Ken. Pria itu melepaskan salah satu earphonenya, dan memasangkanya di telingaku.
"Dengarin deh lagunya.. " Tambah Ken dengan senyum manisnya
Kedua sudut bibirku ikut mengembang. Ken selalu bisa membuatku merasa tenang dan nyaman ketika bersamanya
I have been in the shadows
Water's thick as shallow heart
And you where there
Everything is lovely here
And just wait baby, i'm in love
Can't i fall in love again?
Baby , you're the one i needed
To take it all away.. this pain
Can't you fall in love in me?
Tell me that you care for me
So , when i close my eyes
Will you be there?
To let me know that all Will be okay
Can't i fall in love again..
This way with you..
Untuk beberapa menit, Aku dan Ken terbuai dalam lagu yang kami dengarkan. Senyuman Ken membuat jantungku hampir meledak saat ini.
Pria itu menatapku lekat, dengan senyuman manis yang ia tunjukkan padaku. "Ya ampun Ken, ganteng banget sih.. " Pujiku dalam hati
"Suka gak sama lagunya?" Tanya Ken padaku
"Hah?"
"Kamu suka gak sama lagunya?" Ken mengulang pertanyaannya
"Su.. suka kok" Jawabku terbata-bata
"Aku juga suka" Sahut Ken .
Ya Tuhan, sepertinya aku akan serangan jantung mendadak saat ini. Aku memegang dadaku erat, aku merasakan jantungku yang berdebar tidak seperti biasanya
"Kamu kenapa? Sakit?" Tanya Ken
Aku menggelengkan kepalaku, menunjukkan senyumnya sedikit.
"Enggak kok, baik-baik aja" Jawabku
°°°°°
"Ken .. pulang bareng yuk" Dira menghampiri Ken yang masih memasukkan bukunya ke dalam tas
Dira memberikan-ku kode untuk meninggalkannya berdua dengan Ken di kelas. Aku yang menyadari itu, segera mengambil tas dan bangkit
"Mau kemana? " Ken memegang erat tanganku, mencegah langkah kakiku yang akan keluar
"Pu..pulang" Aku menyengir tak berdosa padanya
"Gue antar.. " Pria itu seolah tak mempedulikan Dira. Ia bangkit dan menarik pergelangan tanganku
Aku hanya diam dan menuruti Ken yang menarik tanganku
"Ken .. " Teriak Dira kesal
Ken tetap saja menarik tanganku, walaupun banyak pasang mata yang melihat kami. Pria itu seolah tak peduli dengan orang-orang disekitarnya
"Ini pakai.. " Pria itu memberikan helmnya padaku , ketika kami sudah berada di parkiran
Aku mengambil dan memakainya.
"Ayo naik"
Aku menganggukkan kepala dan naik ke motor Ken.
°°°°°
"Makan dulu ya, Ay" Ucap Ken memberhentikan motornya di depan sebuah rumah makan
"Oke .. " Aku turun dan melihat sekelilingku. "Makan disini?" Tanyaku padanya
"Iya, kenapa?"
"Banyak cewek-cewek, aku malu"
Pria itu membungkukkan tubuhnya agar sejajar denganku. "Kenapa harus malu?"
"Aku gak cantik"
Kedua sudut bibir Ken mengembang, tangannya perlahan menyubit pipiku pelan. "Kata siapa kamu gak cantik? Kamu itu lebih cantik dari mereka" Ucap Ken
"Ayo masuk" Seperti biasa, Ken selalu menarik pergelangan tanganku
Aku duduk di kursi untuk dua orang yang berada di belakang, sedangkan Ken sedang memesan makanan. Aku melihat beberapa gadis sedang membicarakan Ken. "Ya ampun itu cowok yang lagi pesan ganteng banget" Ucap salah satu gadis
"Tinggi, ganteng, ya ampun idaman" Timpal gadis lain
"Ajak kenalan aja" Tambah gadis lain
"Beruntung banget yang jadi pacarnya, pasti pacarnya cantik " Ucap gadis lain
Ken telah selesai memesan, ia membawa makan dan duduk di kursi depanku. "Selamat makan.. " Ucapnya
Beberapa gadis itu melihat ke arah kami. Mereka saling berbisik satu sama lain. "Ya ampun itu pacarnya? Di luar dugaan banget" Bisik salah satu gadis
Ken mengambil satu potong daging dan mengarahkannya padaku. "Nih makan .. "
Aku terdiam
"Buka mulutnya.. " Pria itu tetap mengarahkan daging itu padaku
"Lihat deh.. " Ucap salah satu gadis yang melihat perlakuan manis Ken
Gadis lainnya pun langsung melihat ke arah kami. "Aaa.. buka mulutnya" Ucap Ken
"Ya Ampun.. sweet banget " Ucap salah satu gadis
"Andai aja gue punya pacar kayak gitu " Timpal gadis lain
Dengan terpaksa, akhirnya aku menyantap daging itu. "Nah gitu dong.. " Ucap Ken dengan senyum manisnya yang membuatku terpesona
"Ya Tuhan, aku tidak kuat jika harus seperti ini terus bersama Ken" Ucapku dalam hati saat melihat kedua lesung pipi Ken muncul
"Makan yang banyak" Pria itu mengacak-acak pucuk rambutku pelan
"Godaan macam apa lagi ya Tuhan. Aku sudah tidak kuat. Kalau seperti ini terus aku bisa jatuh cinta dengannya" Ucapku dalam hati lagi