27 - Hidup yang Baru

2154 Words

Tak terasa dua tahun pun telah terlalui... Ruangan sepetak yang didominasi cat warna kehijauan nampak menyegarkan mata siapapun yang memandangnya, alat-alat serta kabel saling bergelantungan disisinya, ranjang sempit yang hanya dapat memuat satu orang pun terlihat telah terisi oleh seonggok tubuh yang tak sadarkan diri. Cklek! Seseorang membuka pintu ruangan itu, matanya nampak menatap penuh kesedihan pada pembaringan dihadapannya, ia melangkahkan kaki untuk lebih dekat dengan ranjang tersebut. Tangannya membelai besi pinggiran ranjang, menghela napas panjang-panjang ia lalu menarik kursi plastik dan duduk di sana dengan tenang. Ditatapnya bangunan tersebut dari sudut ke sudut, tak sadar hingga tubuhnya bergetar dan bahunya meluruh ke bawah, satu tetes cairan bening meleleh dari matan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD