Terlihat seorang gadis sedang menyapu halaman yang terlihat penuh oleh dedaunan kering, sesekali ia mengelap keringat yang jatuh menetes. Tumpukan dedaunan kering sebagian sudah ada yang terkumpul di sudut bawah pohon, kini ia melakukannya lagi dengan pelan meski harus bersusah payah menunduk agar perut buncitnya tidak menghalangi. Dari arah depan sana sebuah kendaraan memasuki pekarangan, membuat wanita itu menoleh sejenak untuk mengamati. Hania menghentikan laju kendaraannya tepat didepan rumah Aleya, gadis itu turun dari mobil dan melepaskan kacamata hitamnya. Angin bertiup mengobarkan rambut gadis itu, jika dilihat seperti ini maka Hania terlihat bagai ratu penguasa. “Leya!” Teriaknya dengan nada heboh dan langsung menghambur ke pemilik nama. Aleya sampai terjengkang ke belakang ka

