18

2018 Words

Seorang pasangan suami istri berdiri dengan tegang menatap depan yang memperlihatkan seonggok pria sedang terbujur lemah, ruang pesakitan menjadi saksi atas rasa harapan besar keduanya. Sedikit demi sedikit kelopak mata itu bergerak dengan asal, lagi-lagi menciptakan gelombang harapan bagi dua orang pasangan suami istri tersebut. Napas salah satunya tercekat, tangannya bergetar menyentuh bibirnya dengan rasa membuncah luar biasa. Mendongak menatap seorang disampingnya, tiba-tiba saja senyuman terbit indah bagai mentari pagi. "Johan akan sadar!" Gumamnya sangat lirih, detik demi detik ia tunggu dengan sabar. Pria yang ditunggu oleh kedua orang lanjut usia tersebut adalah Johan, benar saja kini kelopak matanya mulai berusaha untuk terbuka meski rasanya amat sulit, bagaikan ada lem perekat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD