Bab 10 Debat

467 Words
Memang aku dan Jodi kemana-mana selalu berdua. Seandainya tidak ada jam kuliah atau pada hari libur, aku pergi berjalan-jalan berdua dengan Jodi. Pada saat keuangan kami menipis, Jodi sering membawa ku ke kamar kostan nya, walaupun hanya mengobrol. "Nih! Tugas kuliah gue udah selesai!" Aku menutup buku-buku kuliah ku dan memasukkan nya ke dalam tas. "Terus lu mau ngapain?" Jodi melirik ke arah ku yang sedang rebahan di tempat tidur nya. "Mau regangin otot-otot dulu capek!" Ucap ku yang sedang meregangkan otot-otot ku. "Lelah nya hari ini!" Gumam ku sendiri. Meskipun mengerjakan tugas kuliah dan setelah itu kami mengobrol karena bosan, lalu browsing ke situs-situs yang tidak pernah terlintas dalam pikiran ku. Situs porno! "Gue gak mau lihat-lihat itu jod!" Teriak ku terkejut sambil menggeser tubuh ku ke arah lain. "Enggak apa-apa kali Ra! Cuma lihat doang! Apa salah nya sih!"protes Jodi pada Ku yang sedang merengut. Aku tidak menyukai nya dan protes pada Jodi saat itu juga karena aku tidak suka! Jodi lalu membujuk ku, merayu ku, dan mengatakan bahwa. " Kita ini udah dewasa Ra! Enggak apa-apa kali! Yang penting kita bisa jaga diri! "Seru nya saat itu dengan wajah serius sambil memandang mata ku. Dan aku memikirkan semua perkataan Jodi. "Yang penting kita bisa jaga diri!" Aku bagaikan terngiang-ngiang mendengar ucapan nya. Entah kenapa seperti nya tidak bisa mempercayai nya. " Ra? Tadi ganti daleman gak? "Tanya Jodi tiba-tiba mengagetkan aku yang sedang merapihkan tugas kuliah yang baru saja selesai. Aku melamun. "Ap-apa?"sahut ku tiba-tiba menjadi gugup!" Ya enggak lah! Kan gue kagak ada niat nginep di kostan lu?" Sahut ku ringan tanpa melihat wajah nya, entah kenapa atsmofir gugup menyerang ku. Lalu Jodi beranjak bangun dari duduk nya dan mengambil sesuatu dari lemari baju nya, dan diberikannya ke tangan ku. "Ganti! Trus pake punya gue! Seru nya dengan santai tanpa beban lagi. Spontan Ku terkejut. "Nyatai aja ngeliat nya napa! Pake semvak gue nih! Lanjut Jodi tertawa menahan geli melihat ekspresi muka ku yang terkejut karena dia menyuruh ku memakai semvak nya. " Gak mau ah!" Sahut ku dengan wajah menunjukkan tidak suka pada Jodi karena aku di suruh pake semvak nya. "Kenapa? " Tanya nya dengan ekspresi wajah terkejut heran. "Kan kita udah resmi pacaran Ra! " Ucap nya pelan sambil berjalan menuju ke arah ku. "Iya gue udah tau kita udah resmi pacaran. " Sahut ku pelan sambil memandang wajah Jodi dengan serius dan bete! "Tapi gue enggak mau pake semvak lu! Entar yang ada lu semau-mau nya sama gue! Mentang-mentang kita udah resmi pacaran! " Lanjut ku dengan masih menunjukkan ekspresi wajah yang sama serius dan bete! Dan berjalan menjauh dari nya. Seperti orang yang sedang bermusuhan. Jodi berjalan menuju ke arah ku. "Ya sudah! Jangan ngambek! Gue gak mau paksa elu kok!" Seru nya sambil memeluk Ku dari belakang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD