# Jangan lupa tap love nya? #
Memang sudah sejak SD aku selalu dalam tiga besar di kelas, dan itu setiap tahun nya, sudah merupakan kebanggaan kedua orang tua ku. Memang kami hidup pas-pasan tapi prestasi ku di sekolah sangat membuat orang tua ku bangga. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, aku wajib memberikan contoh kepada kedua adik ku. Aku giat belajar, karena aku juga sering mengikuti berbagai lomba di luar sekolah.
Sudah sekian banyak prestasi yang aku dapatkan, setidak nya mengangkat martabat keluarga walaupun hanya di lingkungan sekitar rumah. Para tetangga dan orang-orang yang mengenal ku, terkagum-kagum atas prestasi ku.
"Kakak banyak juga Piagam sama Piala nya".ucap Alya kagum sambil memandang satu persatu Piala dan Piagam yang aku dapatkan. Piagam dan Piala tersebut,semua nya ada di dalam kamar ku yang kecil. "Ya alhamdulillah berkat doa Ayah, Ibu dan kalian, kakak selalu bersemangat dalam melakukan apapun." Seru ku bangga dan senang akan semua prestasi ku. Alya menatap semua Piala dan Piagam yang ada di kamar ku, dengan perasaan kagum dan bangga. Sambil memeluk Alya dari belakang sambil ku kecup pipi adik ku, "Kakak yakin kalau Alya bisa seperti kakak. Semua nya! " Lalu aku memutar tubuh Alya untuk menghadap ku. "Tapi Alya jangan lupa semua nasehat Ayah dan Ibu, serta nasehat dari kakak juga".lanjut ku memberi keyakinan pada adik ku Alya. Karena setahun lagi dia akan lulus SD. " Lakukan lah demi Ayah dan Ibu. Pikirkan betapa bahagia nya kedua orang tua kita kalau Alya bisa melakukan nya. " Paham maksud kakak, sayang? Ucap ku pelan sambil memandang wajah manis imut nya. "Hu'uh!" Sahut Alya bersungguh-sungguh. "Ya sudah kalau gitu, kita ke dapur kita bantu Ibu! "Aku tersenyum lalu menggandeng tangan adik ku, Alya, keluar dari kamar ku menuju dapur kami yang sempit.