Kelopak mata Alya terbuka begitu merasakan ada sesuatu yang berada di atas perutnya. Tangan kecil itu melingkar di atas perutnya. Dalam samarnya penerangan lampu kamarnya, Alya tahu jelas bahwa itu adalah Zena. Zena yang semalam kembali menangis. Bahkan Lastri dan suami sampai kewalahan menghadapi Zena yang begitu susah ditenangkan. Memang ketika berada di tempat yang asing, Zena menjadi lebih sering menangis dan rewel. Karena tangisan Zena itulah, akhirnya Althaf dan Alya keluar kamar dan menghampiri Zena. Zena akhirnya mau diam dari tangisnya, begitu jemari Akthaf mengusap air mata anak itu. Tidak banyak yang Althaf katakan selain pertanyaan, 'Zena mau tidur sama om nggak, di kamar?'. Akhirnya seperti saat ini lah, Zena tidur bersama Althaf dan Alya. Alya mengubah posisinya menghada

