“Ah, maaf tante saya ada pekerjaan. Mungkin lain kali” jawab Wenas merasa tidak enak “Oh, ya sudah kalau begitu. Sampaikan salam untuk Mami sama Papimu ya, oh sama Nasha juga” ucap Gia “Iya baik tante, oh saya permisi kalau begitu” “Ya, hati-hati ya di jalan. Oh, maaf ya kalau Ve tadi ngrepotin. Ada ini kadang suka bandel” ucap Gia sambil berakting menjewer telinga Ve “Aduuuh Mam kok di jewer sih!?” pekik kesal Ve sambil menggosok-gosokkan telinganya yang mulai memerah “Ya sudah saya duluan tante Gia, duluan Ve” pamit Wenas “Yah Om kok…” gumam Ve lirih Gia terdiam dan hanya mengamati saja. . . . “Gua ada masalah dek, eh bukan masalah sih tapi apa ya nyebutnya” ujar Bia lirih tanpa memandang Wira yang duduk di kursi sampingnya Wira diam. Ia ingin biar kakaknya yang berbicara ia

