Bab 22

2436 Words

Pelan Wenas masuk ke dalam rumah. Mendorong pintunya pelan dan melangkah masuk. Begitu Wenas masuk ia mendengar tawa dari beberapa orang. Sepertinya ada orang - batin Wenas yang terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam Terus ia mendekati sumber tawa dan benar saja putri kecilnya - Nasha tengah bermain juga bercanda seru dengan Mamih juga Papihnya. Lalu ada beberapa sepupunya yang bermain bersama Nasha. Ada juga penjaga anak paruh waktu yang tadi pagi ia sewa. "Duh bakal habis nih gue" gumam Wenas sambil mengintip di balik tembok . . . Hampir pukul lima sore dan Wenas belum terlihat batang hidungnya. Mami mengkerutkan dahinya. Ia baru saja sampai tadi siang dan menemukan cucunya di asuh seorang mahasiswi yang bekerja paruh waktu. Baru datang dan ia harus emosi. Untung ada suaminya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD