Hari makin gelap. Senja di ufuk barat sudah terlihat oranye. Sebentar lagi sinar matahari di gantikan sinar bulan. Suara jangkrik sudah mulai terdengar bahkan sekarang Ve sudah duduk di meja makan bersama Acha juga Wenas. Jangan di tanya, Ve sedari tadi sudah memandangi Om Wenasnya bahkan Acha yang mengajaknya bicara tidak di gubrisnya. Wenas yang sadar di amati hanya diam dan bersikap cuek. Bahkan ia asyik menikmati cemilan sore yang dibuatkan Mbok Jum padanya sambil membuka dokumen kerjanya Namun, berbanding terbalik dengan Ve yang sesekali melirik Papa dari Acha yang terlihat rupawan di mata Ve. tidak lupa senyum kecil tersungging di bibir Ve . . . Menjelang malam, Ve yang sadar jika ia sudah terlalu lama di rumah Wenas berniat untuk pamit. Tapi, Acha memintanya menginap dan mene

