21. Tjok

1470 Words

 VISSA             "Pi!!" seruku sambil masuk ke ruangan Papi di gedung yayasan.             "Eh? Kenapa sayang?" Papi mem-pause game di PS yang dimainkannya, kemudian menatapku.             "Jani kapan pulang? Papi gak nyuruh siapa gitu buat tarik dia pulang? Vissa kangen Jani, Pi!" ucapku sambil duduk di samping Papi.             "Yang penting dia aman, nak. Itu dulu. Dia masih kesel, masih marah, entah apapun itu. Kita harus ngerti, Jani pengin menghindar dari kita. Tugas kita ya cuma nunggu, saat hatinya merasa nyaman lagi untuk pulang, dia pasti pulang. Dan disaat itu, kita bisa menyambutnya, dan bikin dia merasa senyaman mungkin di rumah."             Aku gak pernah tahu kalau Papi bisa sebijak ini. Ya, Papi bener, tapi ini sudah terlalu lama, sudah seminggu lebih Jani pergi, da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD