17. Pulih

2157 Words

JANI             Aku membuka mata, dan tersenyum melihat Papi ada di hadapanku, sedang tertidur.             Sudah dua kali aku bangun dan senang rasanya ada Papi di dekatku, menjagaku. Haruskah aku mengalami kejadian naas dulu agar Papi bisa menjagaku seperti ini?             Aku menarik nafas panjang, aku tetap ingin begini, merasa aman di pelukan Papi. Aku belum mau ngobrol sama Papa Firi untuk membahas kejadian tak menyenangkan itu. Aku belum siap menceritakan semuanya.             Kupererat pelukanku ke Papi, hal itu membuat Papi terbangun, lengannya langsung terulur ke wajahku, mengusap pipiku.             "Kamu kenapa dek? Mau sesuatu?" Tanya Papi.             Aku hanya menggeleng. Aku enggan bersuara, aku takut suaraku terdengar mengerikan.             "Haus? Mau minum?" Pap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD