“Bebs!” Saat seruan itu tertangkap telinga, Dean merasa napasnya berada di pangkal tenggorok. Dalam satu kedipan mata dia akan tewas. Kehadiran Laura lebih parah dari serangan jantung. Dean mengalami mati otak menyikapi seorang Laura. Siapa yang menyangka hubungan selama lima tahun dapat terasa begitu asing hanya karena dua bulan mereka tak berjumpa. Barangkali kasus Gemintang dan Her Twinkle telah menyedot seluruh konsentrasi Dean hingga melupakan Laura. “Kamu sudah selesai kerja?” tanya Laura yang tahu-tahu ada di hadapan Dean. Sesuai kesepakatan tadi pagi, Dean yang bertugas menjemput Her Twinkle karena Gemintang mempunyai acara kantor seusai jam kerja. Jadi Dean harus bergegas kabur sebelum kemacetan menghambat untuk tiba di daycare pukul lima. Bukan karena Dean pelit membayar charg

