Bisakah Kamu ke Kamarku?

1042 Words
Meskipun sudah lumayan lama Olla menjadi pembawa acara siaran langsung, tetapi isi siaran langsungnya sangat monoton. Tidak ada hal mencolok lain selain wajahnya yang cantik. Olla juga tidak sudi menjilat orang kaya seperti pembawa acara siaran langsung lainnya, jadi hadiah yang bisa dia dapatkan setiap bulannya hanya sedikit. Ini pertama kalinya hadiah berbentuk UFO muncul di siaran langsung Olla. Olla membelalakan matanya. Dia merasa ini semua tidak nyata. Jumlah penonton di siaran langsungnya kembali meningkat menjadi 10 ribu penonton dari yang mulanya tersisa belasan penonton saja. "Siapa pemilik akun bernama 'Elang' itu?" "Keren! Langsung memberikan hadiah 40 juta!" "Jangan-jangan dia pacar Olla?" "Hei 'Elang', kamu siapa?" Para penonton mulai heboh membicarakan identitas 'Elang' di kolom komentar. Al Wani yang melihat komentar itu hanya tersenyum kecil dan tidak menjelaskan apa-apa. Selain kelihatan cuek, Al Wani merasa gadis bernama Olla ini sebenarnya sangat baik hati. Hari ini kalau bukan karena Olla, mungkin Al Wani sudah diusir oleh Ibu kos. Empat puluh juta mungkin terasa banyak bagi orang kebanyakan. Tetapi bukan apa-apa bagi Al Wani. Olla terbengong di tempat sampai lupa untuk berterima kasih pada Al Wani. "Hei, Elang, sombong sekali kamu. Baru saja kubilang mau menjatuhkan pembawa acara siaran langsung ini, kamu malah memberikan hadiah padanya. Apa maksudmu?" Disaat ini juga, komentar Tuan Muda Fajar kembali muncul. Al Wani hanya tersenyum meremehkan ketika melihat komentarnya. "Memangnya kamu sebegitu kaya? Kalau begitu, ayo kita berlomba! Aku di ruang siaran langsung Kelinci Mini dan kamu di tempat gadis sialan itu. Siapapun yang kalah, harus memanggil lawannya bos!" komentar Tuan Muda Fajar sekali lagi karena Al Wani tidak menjawab. "Elang, habisi saja dia!" "Benar, jangan mau kalah. Elang!" Para penonton yang kurang kerjaan pun mulai menyemangati Al Wani. Olla yang melihat komentar-komentar itu segera berkata, "Elang, aku sangat berterima kasih atas UFO yang kamu berikan. Tak usah pedulikan orang seperti itu." "Tuan Muda Fajar memberikan 10 roket dalam siaran langsung Kelinci Mini!" "Tuan Muda Fajar memberikan 20 roket dalam siaran langsung Kelinci Mini!" "Tuan Muda Fajar memberikan 50 roket dalam siaran langsung Kelinci Mini!" Kini, Tuan Muda Fajar memberikan hadiah yang hampir 200 juta di ruang siaran langsung lain. Sedangkan dalam siaran langsung Olla tidak ada pergerakan apa pun. "Elang, bukankah kamu sangat hebat? Kenapa diam saja? Ayolah berikan hadiah!" "Elang, kenapa diam saja? Orang miskin pun mau beradu kekayaan dengan ku?" "Orang seperti kamulah yang ingin aku singkirkan. Kalau nyalimu sudah ciut, panggil aku Boss sekarang juga maka aku akan mengampuni kamu!" Tuan Muda Fajar mulai melontarkan ejekan saat melihat Al Wani masih tidak merespon. Penonton lain yang tadinya mendukung Al Wani pun mulai berpihak pada Tuan Muda Fajar dan menghina Al Wani. "Elang memberikan 50 UFO di siaran langsung Olla!" Sebuah komentar yang luar biasa mencolok muncul di saat ini. Lima puluh UFO Totalnya dua miliar? Setelah melihat pemberitahuan itu, seluruh aplikasi tersebut seolah tenggelam dalam keheningan. Olla terdiam di tempat. Semua ini terlalu di luar dugaan. Bisa-bisanya ada orang yang memberikan hadiah dua miliar sekaligus! "Luar biasa! Dua miliar!" "Siapa pemilik akun bernama Elang ini?" Setelah keheningan sesaat, jumlah penonton di tempat Olla sudah mencapai 200 juta orang dan komentar yang bermunculan juga tidak terhingga. Olla terbengong sambil menatap ponselnya. "Mana Tuan Muda Fajar? Bukannya mau beradu dengan Elang?" "Iya, cepat lanjutkan Tuan Muda Fajar, kenapa diam saja?" "Tuan Muda Fajar, lanjutkan!" Tuan Muda Fajar yang tadinya mengejek Al Wani pun menghilang entah ke mana setelah melihat hadiah dua miliar yang diberikan Al Wani. • Dering notifikasi mulai bermunculan dari ponsel Al Wani. Banyak pembawa siaran langsung yang mengirimkan permintaan berteman dengan Al Wani. Bahkan, ada pembawa acara siaran langsung yang mengirimkan foto dengan pakaian terbuka mengirimkan foto kepadanya. Namun, Al Wani tidak tertarik pada mereka. "Elang, terima kasih. Terima kasih banyak!" Olla berseru sangat gugup. Ekspresi Olla saat ini sudah tidsk setenang tadi. "Kaya bukan berarti boleh menginjak-injak harga diri orang lain. Setiap hal di dunia selalu berubah. Jangan permah menindas orang yang ekonominya di bawahmu." Al Wani mengirimkan komentar tersebut, lalu mematikan ponselnya dan hendak pergi tidur. Setelah memejamkan mata,Al Wani mulai mengingat kembali kehidupannya selama 20 tahun lebih ini. Dia sama sekali tidak pernah berfikir dirinya dapat menghamburkan uang sesukanya seperti hari ini, juga tidak akan pernah berfikir ada gadis yang berinisiatif mendekatinya. Semua ini adalah perubahan yang terjadi karena uang. "Sinta, kamu begitu menyukai uang. Kalau sehari lebih lambat saja kamu minta putus, mungkin kamu akan menjadi gadis terkaya di dunia ini. Namum, sayangnya kamu tidak mendapatkan kesempatan itu." Al Wani mendesah pelan. "Ting!" Ponsel Al Wani mendadak berbunyi. Al Wani melirik sekilas. Ternyata itu adalah sebuah pesan untuk memberi tahu bahwa Olla telah menerima uang transfernya. Mungkin dia baru saja selesai siaran langsung. "Ting!" ponselnya berbunyi sekali lagi "Hei, kamu sudah tidur?" Ternyata pesan masuk dari Olla. "Kenapa Olla mau berbicara denganku? Apa jangan-jangan dia tahu kalau 'Elang' itu aku?" Al Wani agak kaget dan membalas, "Belum, kenapa?" Jawab Al Wani. "Datanglah ke kamarku, Aku traktir makan. cepat!" balas Olla dengan cepat. "Memintaku ke kamarnya, apa yang mau dilakukan gadis ini?" Al Wani semakin kebingungan melihat pesan balasan Olla. Namun, setelah ragu-ragu beberapa saat, dia pun mengenakan pakaiannya dan keluar kamar. Menurut Al Wani, Olla lumayan cantik, dia juga tidak rugi kalaupun Olla benar-benar punya niat padanya. "Tok tok tok!" Al Wani mengetuk pintu perlahan. Olla membukakan pintu dengan wajah berseri-seri, "Sudah datang? Ayo, masuk!" Jawab Olla dengan ekspresi yang bahagia. Setelah memasuki kamar, Al Wani menyadari kalau pikirannya berlebihan. Ternyata Olla sudah menyiapkan makanan diatas meja. "Kenapa tiba-tiba mentraktirku makan?" Tanya Al Wani. "Suasana hatiku sedang baik hari ini. Jadi aku ingin berbagi dengan orang lain. Namun, aku tidak punya teman di sini jadi, aku panggil kamu saja!" Olla menjawab dengan riang. Dia kemudian menceritakan apa yang terjadi di siaran langsung, sedangkan Al Wani mendengarkan dengan tenang. Al Wani sesekali menunjukan ekspresi terkejut. Bagaimanapun juga, Olla tidak tahu orang kaya yang di ceritakan itu adalah Al Wani. "Entah siapa sebenarnya Elang itu dan berapa usianya," ujar Olla sambil memakan cemilan. "Yang pasti orang kaya," jawab Al Wani. "Pasti, kalau tidak. Bagaimana mungkin bisa memberi hadiah sebanyak itu? Saat dia memberi hadiah di siaran langsung hari ini, hatiku agak luluh. Kalau dia ganteng, disuruh menikah dengannya pun aku rela," kata Olla. Al Wani tertegun mendengar ucapan Olla dan berkata,
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD