Kepingan-kepingan ingatan akan masa lalunya mulai terlintas di pikirannya dan menari bagaikan kaset rusak. Annalise masih menempelkan tiga jemarinya di dahi Val, meskipun wajah sang calon raja telah pucat sepenuhnya akibat dihantui oleh masa-masa kelam saat itu yang bahkan tidak diingatnya sama sekali. Keringat dingin membasuh sekujur tubuhnya tanpa terkecuali. Senyuman sinis tercetak di bibir Leona. Ia mendesis, "Selamat mengingat kembali masa-masa itu, Valore." * Seperti biasa, sepasang pangeran itu selalu bermain di pekarangan bersama kedua kuda kecil mereka. Val dan Cal sama-sama berlarian mengelilingi pekarangan Regalis, saling mengejar satu sama lain, dan merebahkan tubuh mereka di bawah sinar mentari. Senyuman semringah selalu terhias di paras tampan keduanya, tiada h

